Refleksi Evaluatif Pembelajaran:

Artikulasi Logis Sikap Mahasiswa dari Logika Berpikir, interpretasi, dan Komitmen Diskursifnya terhadap Narasi Jati Diri Bangsa dalam Proses Pembelajaran Humanis

  • Reni Dikawati Universitas Sebelas Maret
Keywords: evaluasi, sikap, artikulasi, logika, interpretasi, komitmen, humanis

Abstract

Penelitian ini menelusuri transformasi evaluasi pembelajaran sejarah pemikiran di Universitas Negeri Yogyakarta pada ranah  afektif, melalui artikulasi logis sikap mahasiswa dalam  pembelajaran humanis. Logika berpikir, intepretasi, dan komitmen diskursif mahasiswa terhadap narasi jati diri bangsa menjadi corpus penelitian. Pendekatan critical discourse analysis (Fairclough, 1992) digunakan untuk mengungkap artikulasi logis dari kontruksi logika (Angkersmith, 1974), dan  hermeneutika-rekontruktif (Habermas, 1987) untuk intepretasi dan komitmen diskursif  ketika mewacanakan jati diri bangsa. Temuan penting dari penelitian adalah kontruksi logika yang digunakan sebagai kerangka intepretasi, dan dasar epistemologi menarasikan wacana jati diri bangsa. Analisis menunjukkan, pilihan individu mempengaruhi penciptaan  ide, pemecahan masalah, komitmen diskursif, dan pembuatan keputusan, sebagai indikasi tingkat ketercapaian mahasiswa dalam taksonomi Bloom hasil revisi Peggy Dettmer (2006) di ranah afektif.  Dalam perspektif peneliti, artikulasi logis berkontribusi membentuk evaluasi humanis, yang tidak sekedar berdasar validitas tindakan, melainkan dengan validitas teori makna dari sikap.

References

Affandi. (2015). Memperkokoh Jati Diri Bangsa. Bandung: Mutiara Press.
Azwar, S. (2013). Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Barker. (2005). Cultural Studies: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Dieter, H. E. (1998). Teori Masyarakat : Proses Peradaban dalam Sistem Dunia Modern. Jakarta: Obor.
Edwars, R. U. (2003). Postmodernism and Education. New York: Routledge.
Effendi, T. (2008). Jati Diri Bangsa Indonesia Menuju Indonesia Jaya. Jakarta: Exatama Mediasindo.
Elmubarok. (2009). Membumikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta.
Festinger, L. (1957). A Theory of Cognitive Dissonance. California: Stanford University Press.
Fishbein, M. A. (1975). Beliefs, Attitude, Intention, and Behavior: In Introduction to Theory and Research. Philippines: Addison-Wesley Publishing Company.
Freire, P. (2005). Pedagogy Pengharapan: Menghayatai Kembali Pedagogi Kaum Tertindas. Jakarta: Kanisius.
Mohammad Ali, M. A. (2016). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Radigan, J. (2001). The Class Clown and Negotiated Epistemology in a Clasrroom. Critacal Ethnography and Education, Vol. 5, 61-68.
Rath, L. H. (1966). Value and Teaching. Colombus: Charles E Merrill.
Sharon E Smaldino, D. L. (2011). Instructional Technology & Media For Learning. Jakarta: PrenadaMedia Group.
Smith. (1974). Becoming Modern, Individual Changes in Six Developing Countries. Heinemann: London.
Supardan, D. (2015). Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Yayayan Rahardja.
Suryabrata, S. (2007). Psikologi Kepribadian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Tilaar. (2002). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Penghantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Grasindo.
Usher, R & Edward, R. (1994). Postmodernism and Education. London: Routledge.
Valett, R. (1977). Humanistic Education. SantaLouis: Mosby.
Zuchdi, D. (1995). Pembentukan Sikap. Cakrawala Pendidikan, 51-63.
Published
2019-06-27
How to Cite
Dikawati, R. (2019). Refleksi Evaluatif Pembelajaran:. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 2(1), 100-108. Retrieved from http://jurnalpsi.com/index.php/jpsi/article/view/24
Section
Research Articles